Rabu, 27 Februari 2013

Kemarin, Lulu, dan Esok



Namanya Pak Lulu
Berkaca mata tebal
Badan berotot
Lulusan teknik sipil UNDIP
Empat tahun kerja di BUMN, namun keluar dan meniti usaha kuliner
Terdampar di Kober
dan membuka warung lesehan favorit

Saat itu warungnya sepi
Hanya saya, alfi, dan bagus yang menikmati hidangan jawa itu sambil duduk lesehan
Sesekali kami menimpali tayangan televisi yang random
“Gue pamit ya..harus menemani teman jualan binder”, sela Alfi memecah keheningan
“Oh, oke..semangat ya!”, kekenyangan waktu itu bikin malas ngomong, hehe

Tinggal lah saya berdua dengan Bagus
Entah kenapa, saya sering menghabiskan waktu bersama sahabat saya Bagus di warung Pak Lulu
Sepeninggalnya Alfi, kami kembali mengenang masa-masa curhat di sana
Dan kembali mengulangnya saat itu juga
Sambil bercerita tentang hidup dan mendendangkan keluh dan kisruh hati kami
Saya sadar bahwa Pak Lulu memperhatikan kami
Entah kami terlihat mesra
Atau justru atraktif karena keduanya terlihat sama-sama galau? Hahaha
Tiba-tiba Bagus melirik ke arah Pak Lulu
Kemudian, keduanya berbahasa jawa: “%dahkusfa#@%hsakmfah*@!^%Vskfahkhaf”
Aaarrrrgggghhhhhh, mboten ngertos!!!

Pada akhirnya Pak Lulu mendekat dan memahami kegelisahan saya. Hahahaha
Mana tangan kiri,mba..
Weeeeeeh, saya saat itu mau diramal oleh Pak Lulu.
“Kenapa harus tangan kiri,Pak? Kenapa ga tangan kanan aja?. Apa karena tangan kanan sering dipake kerja, trus ngefek sama garis2 tangannya?”
Pasti di dalem hati Pak Lulu bête karena saya kritis
Well, sebelum lanjut nih ya..saya bukan tipe orang yang percaya sama ramalan
Si Bagus tuh, katanya sebagai orang Jawa dia percaya ga percaya juga sih sama ramalan. I can say, dia percaya lah. Buktinya, dia yakin-yakin gitu deh sama ramalan Pak Lulu.
Saya secara personal kemarin itu iseng-iseng aja diramal oleh Pak Lulu

Oke, lanjut ya..tentu sudah penasaran
Satu detik..
Dua detik..
Kening Pak Lulu berkernyit
“Mba orangnya mudah dapat rejeki, tapi maaf ya..rejekinya juga cepet abis”
Kyakakakakakakaka, tau banget sih lo,Pak
“Mba tipe pekerja, tapi mudah bosan”
Boleh boleh boleh juga nih tebakannya, Pak..
“Mba kalau kerja, susah jadi pemimpin”
Saya mulai protes, “Loh, kenapa bisa begitu Pak?”. Masa saya dibilang ga bisa jadi pemimpin? Sejarah membuktikan…opposite! Heh, biasa saja lah
“Iya, Mba. Soalnya Mba kalo bekerja melibatkan perasaan. Susah tegas, pemimpin itu harus melepaskan perasaan dari pekerjaannya”.
JLEB!!!

Tiba-tiba pikiran saya melayang ke masa-masa saya masih jadi asdos, baik di THI maupun MPHI. Ada mahasiswa yang merajuk-rajuk..
“Ka Widy, please…aku boleh ijin ya. Please…”, memelas kayak kucing
“Ehm..gimana ya.. dalam aturannya ga boleh. Saya ga bisa membantu”, sangat tidak enak
“Tapi, ka..ini sudah ada surat pengantarnya. Dari dinas blablalala,buat mewakili negara kita blablablabla..saya ga bisa nolak,ka.”, mulai berkaca-kaca (deskripsinya lebay)
“tapi kamu udah tiga kali absen. Ga ada toleransi lagi”, sok tegas tapi mulai goyah
Ah, tak usah lah saya jabarkan proses negosiasi yang rumit itu. Pada akhirnya, saya give up dan memberi izin pada mahasiswa itu. Huhuhu

Seminggu kemudian..
“Aku bawa sesuatu buat Ka Widy yang baik”
“Apa tuh? Waaaaah, kue enaaaaak”
Nyam nyam!!!!
Gila, saya digratifikasi! Well, sebelum saya makan, saya sudah memikirkan apakah itu halal atau haram untuk dimakan. Well, itu bukan gratifikasi. Gratifikasi kan diberikan sebelum keputusan dilakukan. Toh, saya sudah mengkomunikasikan kondisi dia ke dosen setelah pada akhirnya saya luluh oleh rajukan dia. Ckckck
Oke, forget it. lanjut ke ramalam Pak Lulu

Lamunan saya tentang masa ngasdos kemudian buyar oleh suara Pak Lulu
“Mba masih mau lanjut saya ngebahas karir?”
“eh? Udah deh, Pak. Lanjut jodoh aja dah.”. hihihihi
“Gini,Mba. Kalau masalah jodoh, sebenarnya Mba sudah ada jodohnya”
Nah lo
“Tapi..inti masalahnya ada di Mba. Keputusannya ada di tangan Mba. Mba punya banyak pilihan, makanya Mba terlihat bingung”.
Should I shout????
Saya saat itu udah mulai gelisah, malas diramal-ramal kayak gini
Bikin hidup tambah susah aja
Jalani aja…
Saya ga peduli mau dibilang karir saya akan biasa-biasa aja
Atau pendapatan saya akan terus mengalir seperti air
Namun keluar brojol kayak air bah, haks haks
Tapi terkait jodoh, jika pada akhirnya saya harus melewati gerbang keseriusan yang sakral itu
Maka tentu saya berharap agar jodoh saya bisa seperti nampan atau bahkan bendungan kokoh supaya duit saya ga mengalir gila-gilaan tanpa arah yang jelas *senyum miris
Siapa pun jodoh saya, saya ga butuh peramal yang menentukannya. Yang penting ia tulus berjalan bersama saya hingga akhir hayat, dan saya sekuat tenaga akan berusaha mempertahankan rengkuhan tangannya. 

Setelah pamitan dan mengucap terima kasih kepada Pak Lulu..
saya berjalan dengan langkah pelan ke kosan
bertanya-tanya
menduga-duga
tentang hari esok

kemudian senyum saya mengembang
hah, saya sampai mati akan terus mempertanyakan hari esok. jalani saja, jalani saja dan lakukan yang terbaik untuk hari ini. kembali menceracau tidak jelas. hingga akhirnya sampai di depan pintu kosan. yep!!!

=========
LIFE

Senin, 05 November 2012

Robotic Life

It's a thought of doing a monotone life that creates a flat life.
It feels flat when one does not feel any difference.
It feels empty when one does not find any meaning behind the actions.

I've been locking my self in my room for three days.
I spent days talking to myself
I sang crazily in the bathroom
I thought about lots of things outside from my small bedroom
I talked to mom for hours in the phone
and I screamed out loud in my sleep

I thank God I am still sane..
Perhaps each person needs to comprehend their own selves in certain way
Touching the very deep sense of humanity through avoiding interactions
Discovering a faith through an independent convincing
that loneliness is a source of paramount self power

Here, I am
an influx thought about embracing robotic life has dragged me to a solemn discovery
about a self
about an intention to think deeper
about controlling one's desire


#sigh

Minggu, 07 Oktober 2012

Cromarty Fisherfolk

Suatu hari seorang sahabat bertanya pada saya.
Saat itu saya tak bisa menebak ekspresinya; lugu kah? curiga kah? jungkir balik kah? heh? what so ever

"bagaimana rasanya kehilangan?"
jleb.
terlalu luas untuk menatap angle pertanyaannya. saya sendiri yang sedang dibalut galau durjana Depok juga makin puyeng menghadapi pertanyaan ini. hasyah!

saya jawab dengan wajah datar dan hati berdetak kencang, yang kurang lebih seperti ini:
"kehilangan itu seperti ada yang mengambil bagian hati kita, ada lubang hampa, tak berbekas"

iiiih, rasanya seram juga jadi sok filosofis gini. tapi sungguh, kehilangan itu singkat!
aku pernah merengkuh hangatmu, tiba2 udara menerjang dingin
tentang lagu yang selalu kita dendangkan, namun memori terenggut lupa
tentang cinta yang kita semai, kemudian kemarau merajah tanah
untuk hujan yang tak henti diharap, pikun saraf merapal doa

itu semua kehilangan. terkesiap, dan tiba-tiba.

untuk yang pergi..setidaknya ia beruntung.
meninggalkan duka, namun manifestasi cinta.
ia beruntung karena dirindukan
ia wajib berlantun sayang karena ia berharga
ia harus melafaz butir jiwa karena ia begitu disayang

untuk Cromarty Fisherfolk, mungkin saya tak punya relasi apa-apa dengan aksen terakhir di daerah terpencil Skotlandia ini..setidaknya saya terenyuh sedih ketika tahu lelaki terakhir yang menguasainya pergi meninggalkan dunia.
Ia membawa segudang pusaka yang tak diteruskan.
menyimpan misteri aksen dan lekuk lidah tak tersalurkan.
mungkin, saya sedih.
setidaknya menutur ini dalam memori.
untuk bahasa, yang akan selalu terpendam hingga akhir masa.




Jumat, 20 April 2012

Cerita April



Jika memang seperti yang ia kata..bahwa hidup adalah rapal huruf-huruf usang yang terpisah dalam tuts spasi masa
Maka aku berterima kasih pada April yang menyemai huruf-huruf dinamis dan penuh warna dari seluruh alam.
Tentang kekhawatiran yang dimula oleh April Mop ala sahabat yang membuat jantung copot
Hingga kedatangan sosok yang tak disangka yang juga membuat jantung nyaris copot
Untuk jantung ini tidak sampai benar-benar copot, hoho
Pun, akhir April yang mengantarkan masa hidupku semakin mengerucut di angka kembar 22

Jika memang hidup ini adalah rentetan mantra doa yang ditutur pada detik-detik lalu
Maka April ini adalah lalu yang ku ingin semai di sekian bulan, tahun, atau dekade mendatang
Ku sematkan harapan, mimpi, cita, cinta, dan berjuta desah di rengkuh Rabb yang selalu membuatku tentram
Ku renungkan hembusan doa dari seberang sana yang mengantarku hingga berkaki teguh di negeri orang
Tentang dukungan, tentang takdir, tentang akhir penuh misteri

Depok, 20 April 2012
April ini

Selasa, 06 Maret 2012

Spell L.O.V.E

It is simple
It consists of four words



-----


Today, I was assisting my International Relations Theory Class. It was hard to comprehend the "Post Structuralism" theory in a year past whilst I had this different lecturer. Yere was the lecturer for today; he described the theoretical understanding in a simple way. I mean it. 
When a word was created; it comes with a meaning. Yet, the meaning itself has been interpreted by human being based on their perspectives. At the same time, these perspectives have been naturally built upon their previous life experiences. See? the correlation of these paramount points appear to be a continuous chain which seems to me as a clue of every single words' meaning in life. 

Let's just leave this concept's correlation to International Relations Theory itself. I know you all will just leave my page in all of sudden. LOL.
Nevertheless, I'd like to offer you a splendidly the most attractive word in the world. hahaha. who doesn't know LOVE?
thinking based on the post structuralist concept, I will never deny the existences of various meanings on different perspective. And again, in this case, I will never stop opposing the alay Facebookers shallow understanding of love itself.
Now, you have one signifier which is LOVE. the rest of it, you have your own signified meaning of LOVE. 


it can be misery
it can be pleasure
it can be serenity
it can be satisfaction
it can be undefined
it can be cheering moments
or it can be anything you feel it fits into


and to me, love is a surrender :)




I'd like to hear how you ended up with your own signified meaning of LOVE. 








Depok, 6 Maret 2012
*I know this is a bit teenage style writing content; I just miss that moment

Rabu, 02 Februari 2011

2011 bergejolak

speechless,
sekian lama saya tidak menyentuh blog ini..huf.
meski publisitas tidak terlalu penting untuk orang biasa seperti saya, tapi rasanya keterlaluan untuk bersikap moody pada blog yang merana ini (lebay mode on). well yeah, i just wanna greet this cheerful year, tho it's been a month since the new year took place, i do still care to recall the momentous seconds i passed on that day!

Tak usahlah kenangan itu terjabar secara gamblang di tempat yang bisa diakses semua orang ini, tapi yang pasti 2011 diawali oleh sebuah dentum dan riak bahagia dari relung hati saya yang terdalam. Resolusi-resolusi baru bermunculan dan semakin realistis. Terlebih, cara pandang dan penghayatan akan hidup bisa jadi bergeser dan terarah ke direksi yang serta merta membuat saya terpana dan kisruh dalam waktu yang bersamaan. Pelik memang, tapi yang jelas saya senang dan "excited" dalam menapakinya.


Semangat untuk semua sahabat-sahabat saya, kucuran doa tak henti saya lafazkan untuk kalian semua. Semoga hari-hari ke depan penuh hikmah dan kita bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Amin!!!!

Lots of Love,
Widy di kampuang

Sabtu, 18 September 2010

Surat labil seorang gadis galau

dear reader, tulisan ini dimuat karena tuntutan seorang teman yang menginginkan publisitas rak surat saya. setelah memilih dan memilah, rasanya cukup ini saja yang bisa saya beberkan. ehm, silahkan comment pandangan anda, saya tidak akan marah menanggapi beragam interpretasi yang akan muncul nanti. toh, leliku lisan yang saya curahkan dalam blog ini hanyalah bentuk derai memori yang rumit anda telusuri jika bukan saya sendiri yang akan membeberkan faktanya. tapi, jangan sungkan berkomentar..
p.s. kepenatan menekan caps lock menghasilkan karya yang mengabaikan huruf kapital. ah, saya tak peduli :)





Halo tuan...

saya tahu bahwa kita berada di tempat yang sangat jauh berbeda dan tidak begitu saling mengenal satu sama lain, tapi izinkan saya untuk mempercayai anda menjadi tempat untuk berbagi cerita. Rasa percaya terhadap anda ini tumbuh karena saya melihat anda memiliki segurat tanda yang mirip dengan sahabat lama saya. 

meski niat saya menghampiri anda kali ini bukanlah untuk membeberkan nostalgia saya bersamanya, tapi rasa rindu saya yang membuncah justru mengendalikan pikiran untuk mencurahkan rentetan kenangan manis yang kami lalui dahulu kala. bagi saya, kenangan manis yang kami punya tidak hanya membekas sebagai memori dalam selubung myelin otak saya saja..justru, untaian cerita indah yang kami rangkai sungguh sudah terpatri secara permanen di relung hati yang berisi penuh harap dan rindu ini.

ah, apakah anda penasaran dengannya? siapakah gerangan sahabat yang mirip dengan anda ini? tapi, bagaimanapun, anda hanya mirip sebatas fisik, saya tidak yakin anda akan bisa menyamai wataknya yang memberikan seribu warna dalam hidup saya. toh, anda hanya orang asing yang baru saya kenal beberapa bulan ini..maka daripada itu, tidak ada sebersit keyakinan pun dalam hati saya bahwa anda akan bisa menyamai sosok yang saya sayangi ini. 

anda sudah mulai penasaran? apakah anda bisa menebak siapakah dia? sudah bisakah insting tajam anda itu mereka-reka siapa yang saya maksud? ayolah, jangan buang-buang waktu lagi. saya belakangan ini tidak punya banyak waktu berkeluh kesah dan menunggu. sepertinya kening anda masih berkerut dan tanda tanya masih terpantul jelas dari raut wajah anda yang tidak puas dengan permainan saya ini..

eits, jangan tersinggung dulu, jangan tinggalkan lantunan keluh dan desah haru hati saya ini. saya masih ingin anda menelusuri kata demi kata yang sengaja saya tulis di sela-sela waktu senggang saya. tolonglah...hargai  niat baik saya, saya sekarang sedang meyakinkan diri bahwa anda bisa dipercaya. anda dengan segala keasingan diri anda mungkin merasa terhina atau justru bangga??? ah, saya tidak peduli. yang jelas, duduklah, longgarkan otot-otot bahu anda, kendurkan kerah baju anda, santai...hiruplah udara bising kota padang itu hingga anda terbius...sementara saya akan menanti anda selesai membacanya; paham?

sekarang, biarkan saya melanjutkan nostalgia yang terbengkalai tadi, wah, syukurlah, anda sudah mulai tenang. oia, haruskah saya sebut namanya sekarang? ah, nanti sajalah, anda tidak usah pusing memikirkan namanya dulu, toh bagi anda itu hanya sebuah nama..yang jelas, inti ceritanya jauh lebih signifikan daripada rengekan anda supaya saya membeberkan namanya. mari mari, lanjutkan baca surat saya..!

tersebutlah dahulu, waktu itu kami masih belum menyadari bahwa takdir itu akan mempertemukan kami. saya hanyalah gadis kecil yang dibekali ambisi dan tekad yang kemudian terdampar di bagian kehidupan yang mempertemukan kami, tidak menyadari bahwa keberadaan di sana justru mengantarkan saya menuju bagian yang terpenting dalam hidup saya..dia, pemuda yang memiliki senyum paling membahagiakan di masa remaja saya, gerutunya melahirkan tawa, keluguannya menambah kenyamanan dan keluwesan dalam persahabatan kami..kami yang tak terpisah. maaf, saya terdengar melankolis, tapi saya menikmati mengingat masa-masa itu...ketika, kami beriringan pulang sekolah bersama di sela-sela pohon pesisir yang rapi berjejer di jalan, derai tawa kami membuat iri anak-anak yang berjalan di sisi kami..kami bersenda gurau dengan lepas. ah, betapa saya menyayangi dia....sahabat terindah dalam hidup saya.

saya menyayangi dia dengan cara saya sendiri, dia mungkin tidak tahu betapa saya merajut waktu beriringan dengan memikirkannya...saya nyaman ketika mendengar suaranya dan selalu mengharapnya menuturkan kata-kata yang membuat saya bahagia dan saya cemburu ketika ia memberikan perhatian pada yang lain..saya yang naif dan galau sangat menyampirkan diri padanya yang juga rapuh..yang saya tahu, dia menyayangi saya..yang saya paham, saya membutuhkan dia...kami hadir dalam sebuah pengertian yang saling mebutuhkan. 

perpisahan kami kala itu, tidak menyurutkan niat kami untuk terus berbagi berita. ketika ia melampirkan suka cita dalam kehidupannya yang baru, saya tahu bahwa ia menantikan hadir saya untuk meresapinya bersamanya di sana...buncahan emosi juga tak lupa saya haturkan dalam setiap tulisan yang saya kirim padanya..sudah bertumpuk tanda persahabatan kami, membuat saya tergugah betapa indahnya keunikan ikatan yang telah kami jalin..dan pun, kepergian saya tidak mengubah apa-apa terhadapnya. nun jauh di sana, pikiran saya menelusup dalam buaian kenikmatan seandainya dia juga berada di sana saat itu..yang bisa saya hadirkan hanya cerita untuknya, sementara ia terdengar antusias dan tersenyum ketika kami sama-sama memegang gagang telepon di tempat yang sangat jauh satu sama lain; sungguh, saya merindukannya setiap saat, bahkan hingga saat ini.

ketika itu, saya menginginkan dia menjadi sahabat yang terus berada di samping saya hingga tua..hingga saya renta. ia yang saya dambakan mengisi hari-hari saya melantunkan cerita remaja kami yang penuh cita. ia yang saya harapkan menyanyikan lagu bahagia betapa kami beruntung bertemu satu sama lain...oh, betapa saya menyayangi dia...

hingga waktu itu, berulang kali saya menginginkan anggukan setuju atas apa yang saya ucapkan...betapa saya yakin ia juga menginginkan hal yang sama,.malangnya, miris hati saya menyaksikan ia menjauh. ketika itu, hati saya jatuh berkeping. ada bias ragu dalam ucapannya, ia tidak yakin persahabatan ini kekal. ia menyodorkan rengkah dalam harap saya...detik itu, saya yakin mimpi saya kandas. 

ah, bodohnya saya..begitu utopis dan pragmatis. saya hanya mengerti apa yang rasakan. selama ini saya hanya bergulat dengan susunan asa yang indah menurut saya. saya tidak berupaya memahaminya...keegoisan saya mungkin telah melukai hatinya...amboi, malangnya nasib saya. 

ehm, anda masih di sana kan? anda sudah mulai bosan dengan cerita manja ini? sabar sabar, sebentar lagi saya juga akan usai. saya juga tidak ingin membuka luka ini terlalu lama, biarlah kenangan indah saja yang saya simpan..mungkin anda yang menjadi orang terakhir yang mendengar cerita yang mendayu ini..sedikit lagi, tenang, sesak di dada saya juga sudah mulai berkurang dan air mata sudah surut kembali. oh, tidak usah prihatin, jangan pikirkan untuk memberi sapu tangan ketika anda jauh di sana saat membaca surat ini...saya masih ada stock tissue di kamar, dan lagian adalah hal yang biasa ketika wanita nelangsa sendiri di kamar dan memikirkan hal-hal sensitif pasti tidak melakukan apa-apa selain menangis, benar kan? ah, saya merasa seperti sedang patah hati setelah sekian lama terjebak dalam slebor cinta saja. mari kita lanjutkan..!

baginya, kenangan itu hanya seperti pajangan yang disimpan di gudang dan akhirnya berdebu dan berkarat..kenangan itu hanya dibiarkan terbengkalai tanpa ada yang menjenguk dan membelainya dengan penuh kasih. prinsip ini lah yang membedakan kami. perbedaan ini berarti banyak dalam memperlebar jurang yang memisahkan kami..ah, andai suatu hari, ia memberanikan diri membuka gudang itu dan menjejalkan langkah kaki menuju pojok terdalamnya dan menemukan sebongkah memori usang itu, saya sangat berharap ia akan merengkuh dan memolesnya dengan kehangatan. 

apakah anda yakin dia akan melakukan itu?? saya hanya bisa berharap, tuan. atau mungkin, bisakah anda membantu saya untuk meyakinkannya?? tapi, bagaimanapun juga, saya tidak yakin anda bersedia direpotkan lagi setelah rela membaca rengekan loyo ini. namun, tega kah anda membiarkan sang waktu mempermainkan wanita galau ini dalam harapan yang tidak pasti?? ayolah, tuan...mohon bantu saya. anda hanya butuh meyakinkan saya. siapa tahu kemiripan fisik anda dengan dia bisa membuat dia mentolerir intervensi anda terhadap masa silamnya. oh, ini memang kedengaran bodoh untuk memaksa anda...

ya sudahlah, anda sepertinya memang memiliki pendirian yang teguh. seandainya anda berubah pikiran, jangan sungkan untuk melakukannya demi saya ya..akan saya tunggu kabar dari anda. oh ya, saya nyaris lupa. tentu anda butuh nama dia kan? aduh, tololnya saya..oke oke, sebenarnya ini rahasia, jangan bilang siapa-siapa sebelum misi kita tuntas jika tuan berkenan ya. anggap saja ini hanya sebuah nama yang tidak penting bagi anda...meski saya sendiri tidak akan pernah bisa menghapusnya dalam ingatan. hahaha, tentu saja jika saya tidak terkena amnesia, benar kan?

sebelumnya saya ingin berterima kasih dahulu..nanti jika anda butuh teman untuk menghirup udara padang ketika bersantai lagi, hubungi saja saya ya. jangan sungkan! apa? anda hanya butuh inisialnya dia? yakin? ah, sepertinya anda sudah mulai mempersempit kemungkinan daftar-daftar orang yang berseliweran di pikiran anda. ya, tak apa apa. Kapan-kapan saja saya beri tahu ya. Sekali lagi, terima kasih ya, tuan..semoga kita bisa dipertemukan satu sama lain..jangan bosan untuk bersahabat pena dengan saya yang penuh dengan spekulasi ekspresi ini,hahaha, saya memang konyol.

Wassalam,

Nona